Read in your own language

Kamis, 04 Juni 2015

Day4 - Giving is simple

Kali ini saya mau bercerita tentang seorang tokoh yang luar biasa yang menginspirasi saya bahwa berbagi itu bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana..

Saya melihat tokoh ini pertama kali di acara Oprah Winfrey Show... sepertinya tahun 2005 an (lupa persis kapannya)
Jadi ada seorang pria sekitar 40-an sedang diwawancara sama Oprah... nah kata yang buat saya tertarik pertama kali adalah bahwa pria ini ternyata posisi penting di Microsoft.. semuanya dia tinggalkan untuk membangun sebuah organisasi namanya "Room to Read". Nama pria ini adalah John Wood.

Berhubung wawancaranya singkat sekali, saya cukup mengambil dua kata kunci "John Wood" dan "Room to Read"
setelah itu saya browsing deh untuk tahu lebih lanjut ttg si tokoh ini, yang pertama ketemu adalah bahwa kisahnya itu telah ditulis di sebuah buku berjudul "Leaving Microsoft to Change the World"
Secara kebetulan, saya ketemu bukunya dalam bahasa Indonesia.... (yg sekarang hilang tak tau dimana... naseebb) tapi akhirnya bersyukur malah nemuin buku bahasa Inggrisnya dgn harga ekonomis banget.. 


Jadi secara singkat beginilah cerita Mr. John Wood ini..

John Wood ini punya hobi travelling... nah pas dia travelling ke Nepal dipandu oleh seorang guide lokal yang mengajaknya mengunjungi sebuah sekolah.. guide lokal inilah yang menceritakan kepada John bahwa tingkat buta huruf di Nepal sangat tinggi tapi orang Nepal sangat percaya pada pendidikan. Diajaklah John untuk melihat koleksi buku perpustakaan mereka, ternyata koleksi bukunya sangat tidak memadai untuk anak2. Ada beberapa novel dewasa yang ditinggalkan oleh para backpacker dan sedikit sekali buku anak2. Karena melihat itu, John bertekad utk kembali setahun kemudian dengan perpustakaan.. Dan krn itu John saat kembali ke Khatmandu, dia menulis email kepada 100 temannya (semua teman yang ada di email addressnya)
Cara menulis suratnya unik sekali..
Saya inget awalnya dia awali dengan..

Greeting friends.
You have been selected to help children in Nepal ..... (Untuk mendapat buku2 yang baik bagi perkembangan bacanya)... 

Inti dari surat ini adalah John mengajak orang-orang untuk mendonasikan buku anak-anak untuk menolong anak-anak Nepal mendapatkan bacaan yang layak buat usianya

Setelah email itu, John kembali sibuk dengan kegiatannya sampai suatu hari ayahnya memberi kabar di Amerika
"John, you have to go home. The books almost fill the house" (John kamu harus pulang. Buku2 ini hampir memenuhi rumah)

Ternyata tanpa disadari, email itu menjadi tersebar kemana-mana dan banyak orang merespon dan mengirimkan buku. Singkat cerita, John Wood berhasil memenuhi janjinya bersama ayahnya dan merintis organisasi yang bernama "Room to Read"

Ketika saya bekerja di Flores Timur tahun 2005, saya meniru apa yang dilakukan John Wood di awal organisasinya. Jaman itu FB baru ada dan belum ngetop. E-mail masih menjadi alat komunikasi yang tepat waktu itu. Mulailah saya email teman-teman saya dengan gaya bahasa yang sama. Saya bilang ke teman2. Merekalah yang saya pilih untuk membantu anak2 di Flores Timur untuk mendapatkan buku-buku bacaan yang layak bagi mereka. Saya pikir pas pulang baru saya sortir dan kirim balik via pos

Tenyata berhasil walaupun ga terlalu banyak. Banyak teman2 gereja yang mau kasih. Banyak macam buku yang diberikan. Salah satunya adalah buku pelajaran. Itu yg buat bingung mo diapakan karena kan belum tentu cocok dgn kurikulum waktu itu. Tapi ada juga buku-buku bagus. Jadi lumayan banget untuk saya kirim, sambil uang yang saya dapatkan saya carikan buku cerita untuk saya kirimkan juga.

Karena waktu itu fokus saya adalah proyek air. Jadi buku2 itu belum sempat saya usahakan jadi taman bacaan. Tapi saya berikan kepada sekolah-sekolah di sana supaya paling tidak mereka ada tambahan buku cerita.. 

Sejak saat itu saya jadi lebih pede bahwa saya bisa untuk kumpulin buku cerita dan rasanya senang sekali membuat project pencarian buku cerita untuk anak-anak yang membutuhkan karena satu alasan sederhana bagaimana buku membantu saya mengembangkan imajinasi saya. Itu lebih baik saya ceritakan di posting lainnya hehhehe (biar penasaran - ge er abis wkwkkw)

Thank you for Mr. John Wood to share his remarkable story about simple way of giving that gave big impact for the children.

YES, I CAN!!!!!

Tidak ada komentar: