Read in your own language

Kamis, 11 Mei 2017

Private Meetup #LanggasJakarta with Yoris Sebastian dan Dilla Amran

Temans, hari ini girang banget akhirnya ketemu dengan Kak Yoris Sebastian dan Kak Dilla Amran
Beliau berdua adalah penulis buku Generasi Langgas Millenials Indonesia, buku yang bercerita ttg generasi millenials di Indonesia dan yg skrg jadi topik booming banget dimana2. Kenapa saya girang banget? ini ada ceritanya

Kak Yoris Sebastian adalah founder/ creative thinker dari OMG Creative Consulting. Beliau adalah salah satu inspiratorku utk bidang kreatif. Mulai ngikutin dan tahu Kak Yoris ini lupa sih awalnya dari mana, yg diinget buku pertamanya "Oh My Goodness. Buku pintar seorang Creative Junkies" itu seru banget. Buku itu terbit tahun 2010. Nah setelah itu, tiap ada bukunya pasti nyari dan beli.. kadang2 tunggu diskonan, kadang2 langsung beli heheheh tergantung pas ada budgetnya gimana..
ini 5 buku koleksiku, tapi kurang buku 5W1H


Terus buat aku, beliau adalah public figure yang baik hati mau jawabin mention followernya, bahkan pernah sekali beliau punya ide utk bagi2 buku barunya di acara Kick Andy, gara2 saya bilang kalo ga iri2 bener di acara Kick Andy, krn yang dibagiin buku yang saya sudah punya hehehehe (PS: Kak, buat kami yg dimention, ini berarti banget loh.. Terima kasih)



N buku2 ini emang jadi panduan aku utk micu pikiran utk stay kreatif walaupun on offnya banget2 sih. yg paling berkesan dan dipraktekan adalah soal investasi kasur dan minum air putih. Dua2nya ada di buku pertama. Nanti ya kalo udah ada waktu, review utk setiap bukunya kubuat jadi blog juga deh

Nah Kak Yoris kebetulan mantau upload yang hashtag #Langgas(kota), dan kebetulan beberapa hari lalu, beliau dan Kak Dilla merencanakan Private Meetup #LanggasJakarta. nah kebetulan udah lupa kalo udah edit lum postinganku dengan hashtag itu, n kepikir waa takutnya kamis ini ga bisa waktunya, akhirnya aku lupa. n surprise pas tiba2 di DM utk WA ke nomor tertentu utk bisa diinfoin soal meetup ini.. Waaa seneng banget finally bisa ketemu.

Singkat cerita berkumpulah #LanggasJakarta di Hoolala Chicken Cafe, Gandaria City.
Meetup dibagi dalam 2 meja krn kami semua ada 14 orang, lalu kak Yoris dan Kak Dilla sharing private dengan kami di setiap meja dengan durasi 1 jam (masing2 meja bisa sharing smp puas 1 jam dengan masing2 dari mereka)
Photo by Yoris Sebastian
Eh sebelum itu, kami yang datang pertama aka sebelum jam 2 dpt bonus ngobrol duluan sm mereka. malah saya bisa minta ttd utk 5 buku yg saya bawa dari rumah di awal hihihi..
Jam 2 tepat, mulailah acaranya dan 1 jam pertama meja kami bersama dengan Kak Yoris, kenalan sambil berbagi inspirasi antar kami ataupun dari kak Yoris.
Untuk saya sendiri, banyak insight yang didapat soal non profit yang dishare sama Kak Yoris, terutama hasil pertemuannya dengan Blake Mycoskie, founder dari sepatu TOMS (He's also my inspiration)
Visi organisasi = Visi Karyawan = Visi konsumer... produknya jadi keren dan jikalau dikembangkan produknya, konsepnya/ visi tetap sama
Bagaimana non profit sekarang bisa memikirkan untuk punya sister company utk bisa expand good worknya atau maintain good worknya dengan tidak terlalu khawatir soal donasi krn donasi bisa saja menjadi semakin turun

Trus belajar juga soal jaman generasi millenial yang mo usaha apa aja asal mau tuh bisa dilakukan. Beliau bercerita soal generasi langgas yang membuka toko online dan bagaimana pemilihan nama. Salah satu tips mencari nama adalah KEYWORD yang suka digoogle org, kali aja kecantol kan jd pembeli

Kak Yoris share juga soal perspektifnya soal MIMPI adalah
- DREAM SMALL, TAPI LAKUKAN DENGAN SEBAIK2NYA
- DON'T BREAK THE RULES, BUT CHALLENGE THE NORMS

Gimana sih caranya supaya idenya nembus dan diterima
- Selalu mencoba memberi ide. Ditolak itu biasa, tapi kalau diterima itu bisa BUILD CONFIDENCE
   Coba lakukan kreativitas ke orang-orang terdekat dulu. sambil meningkatkan confidence
- Ketika ide ditolak, jangan bete aka baper dan ga mau kasih ide lagi. sebaliknya malah kita harus memberi ide itu lagi dengan revisi yang sudah kita perbaiki,
- Mulai buat karya, karena dengan karya itu lama2 orang akan melihat bahwa ide2 kita itu memang oke

Banyak juga share soal apa artinya start small dan share yang lain2nya tapi memang buanyak banget si dan harus diingat lagi malah dengan baca bukunya...

Next, tibalah waktu kami sharing dengan Kak Dilla Amran
Beliau adalah penulis dari buku Generasi Langgas juga dan merupakan Business Director di OMG Creative Consulting. Ini adalah perkenalan pertama saya dengan Kak Dilla tapi ngobrol kami dah seru banget di meja itu heheheh

Diskusi dengan Kak Dilla adalah lebih banyak membahas 'managing' diri sendiri atau kantor dan bagaimana OMG menelurkan ide2 beserta cuma staffnya 5 orang
Hal2 menarik yang didapat adalah pentingnya office culture diturunkan saat bersama dengan staff baru. dan KUNCI di OMG adalah BRIEFING, entah ke klien, peserta magang, atau staff baru
Hal baru -> jadi habit -> jadi culture

Dan untuk OMG, cara kerja yang paling membantu pekerjaan walaupun dengan online, itu yang dicari. Google kalender, whatsapp, skype, mungkin segala cara komunikasi yang memudahkan itu yang diambil

Kak Dilla bilang kalo dia dpt inspirasi dari Kak Yoris soal Kreativitas adalah otot yang dilatih. Jadi biasakan melatih otot itu.
Salah satu caranya adalah dengan travelling dan observe
Lalu satu pengenalan kata baru buat saya adalah ITERASI. kalau baca di google adalah proses pengulangan untuk mencapai hasil yang semakin mendekati yang diinginkan

Kami juga banyak diskusi ttg Gap Generasi X dan Generasi Y/ Millenial
Beda yang paling signifikan adalah 2 generasi ini dibesarkan dengan kondisi yang totally different/ bener2 beda
Lonjakan teknologi hanya dialami oleh Gen X sehingga terkadang Gen X ini tidak paham kenapa Gen Y bersikap seperti itu.
KUNCINYA adalah komunikasi
Dan ini bener banget. Ada pengalaman di kantor kaya gitu, bagaimana komunikasi aka ajak ngobrol itu bisa membantu utk merubah seseorang walaupun mungkin baru 50%,
Jadi tips untuk teman2 GEN X yang punya anak buat Generasi langgas aka millenials, bantu mereka untuk paham kerjaannya itu endingnya apa dan kenapa saat ini mereka diminta mengerjakan itu. Biasanya kalau kita jelasin dan ajak ngobrol gitu dan mereka tune in nih, mereka akan dapat melaksanakan dengan baik yang diminta krn mereka tahu buat apa mereka kerjain itu.
So jangan ambil jalan pintas utk langsung label kalo anak buahnya pembangkang dan malas melakukan yang diminta atau langsung bilang attitudenya ga baik. Itu mungkin hanya MISCOM

Tidak sadar kalau itu sudah jam 5.30 karena seru banget... lalu kami menutupnya dengan foto bersama

 #LanggasJakarta


Terima kasih buat Kak Yoris dan Kak Dilla untuk semua sharingnya. Membantu banget untuk semangat lagi utk jadi kreatif dan ga patah semangat, apalagi kalo ide2nya ditolak hehehhe Dapat insight juga utk melihat gap antar generasi dan bagaimana merubahnya menjadi sebuah kolaborasi keren

Terima kasih untuk Kakak berdua yang ingin juga berkolaborasi dengan organisasi dimana saya bekerja sekarang. Semoga jadi yah kakak2 kolaborasinya....

Dengan Kak Dilla Amran
Dengan Kak Yoris Sebastian





Senin, 24 April 2017

#RekomendasiFilm : STIP dan PENSIL

Back to gw yang mau rajin lagi nulis rekomendasi film di blog.. Doakan supaya selalu rajin nulis yaaaaa..

Hari ini gw mau kasih rekomendasi untuk  film "Stip dan Pensil"


Gw penasaran mau nonton ini karena beberapa pemain di film ini gw ikutin banget2 twitternya. Dan berdasarkan review dari RT follower yang nonton, semua mengungkapkan yang sama...lucu, ngakak, terbahak-bahak, menghibur hati.....
Dari awal emang niat nonton film ini karena untuk menunaikan melihat semua karya Ernest Prakasa di layar lebar/ live action. Kemarin kan udah tuh Ngenest, Cek Toko sebelah.. Nah selanjutnya Film ini dan Tour #SetengahJalan deh

Dan ceritanya juga unik dan sepertinya pengen membuat suatu film genre remaja yang beda sendiri dari tema dan alurnyaa
Jadi ini menceritakan perjalanan 4 anak SMA (salah satunya Ernest Prakasa) yang dinilai oleh teman2nya sosialita di sekolahnya dan dianggap sombong dan ekslusif sehingga secara tidak sengaja mereka akhirnya membentuk gang sendiri yang kompak dan seru. 

Sampai suatu hari mereka mendapat tugas untuk membuat essay tentang social awareness oleh Pak Adam yang asik banget diperankan oleh Pandji Pragiwaksono. Dan disinilah cerita mereka dimulai.. Dari yang gengsi2an gengnya buat ide cemerlang supaya menang, kepancing utk buat sekolah darurat dengan kocek pribadi gara2 dipanas2in sm youtuber sekolah yang selalu bully mereka dan akhirnya berproses dengan keseruan dan realitas dari kejadian2 yang ada di sekitar kita, terutama di jakarta.

jadi Gw rekomen banget deh film ini utk lu tonton pas long weekend ini..... (ayo buat film ini bertahan lama di bioskop yuks...)

Gw kasih alasannya ya
1. Lu bakal ngakak sepanjang film ini... Asli.. dialog2 yang terbangun itu bener2 asik dan buat lu kebahak2 deh, ga cuma dialog, gerakan2 sederhana pemainnya itu juga bikin pecaaaahhhh. PUAAASSSSS NGAKKKAAKKKK

2. 4 pemain geng sosialita ini juga bagus banget chemistrinya utk nyeritain 4 orang yang berbeda tapi kompat banget persahabatannya. Saras yang gahar (walaupun cewe), Bubu lembut dan agak lemot, Agi yang bijaksana dan menghindari masalah, Toni yang spontan dan emosian.

3. Bisa disaksikan oleh semua usia dan nilai yang diberikanpun bener2 bukan khayalan tapi nyata. Misalnya betapa mudahnya kita memberi label kepada teman kita hanya karena kita melihat dari luarnya dan ga pernah coba berteman dulu dengan mereka, betapa pentingnya bisa membaca dan menulis untuk kehidupan ini.. ga cuma soal sekolah itu penting atau tidak hehehehe (bagian ini memang serius cuiii mereka kemasnya, tapi dengan cara yg kocak.. jadi sambil ketawa lu mikir sih hahahahahha)

Tapi 1 part yang paling berkesan buat gw di film ini adalah dialog antara pegawai pemerintah dan anak2 ini saat terjadi penggusuran. Itu scene terbaik dan penulisan dialog dan scene yang baik menurut gw di bagian itu. Proporsi menggambarkannya pas namun buat mikir keras. Ayo cari tahu yah adegannya itu cerita soal apa.. hehehehhe nanti baru dimasukkan ketika film sudah turun dari bioskop yaaaa

Dan akhirnya semua dugaan gw terjawab di akhir film itu sih.... yang penulis script versi gw liat sekilas pas ending film adalah Ernest Prakasa, Arie Kriting dan Bene Dion... tapi ternyata penulis naskahnya yang disebut di media2 online malah Joko Anwar.  (hiks maapkan ga liat namanya)

Karena pas di film itu berasa bener dialog2 komedinya berasa banget kaya CTS yang mengalir aja tapi lucu buangggeettttt... Tapi salut buat Mas Joko Anwar yang buat alur dan dialognya apik dan mengalun. Dan kontribusi dari Koh Ernest dan Bene Dion yang bikin komedinya jadi lucu dan terpingkal2 sambil nyuruh mikir ahhahahah

Daripada spoiler kebanyakan, buruan nonton sendiri yaaa "Stip dan Pensil"