Read in your own language

Senin, 25 Maret 2013

Buah Lontar


Seperti inilah bentuknya buah lontar. Pasti banyak teman2 yang suka dengan buah lontar ini kan? Rasanya menyegarkan, seperti makan es kelapa muda. Menyegarkan.
Tapi yang saya mau ceritakan adalah soal kekangkaan buah ini menurut penjualnya.
Jadi pas kemarin bersama teman membeli buah ini, kami sempatlah bertanya2
Unik sekali cerita penjual buah lontar ini. Sayang kemarin saya belum sempat mendokumentasikan. Lain kali akan saya lakukan.
Bapak ini bilang kalau menjadi penjual buah lontar tidak perlu otak, hanya perlu kesabaran. Butuh waktu berbulan2 untuk dapat mengetahui posisi buah lontar ini dengan tepat dan tidak menjadi pecah. Coba aja suatu kali temen2 liat pas tukang buah lontar mengambil buahnya. Pasti seneng banget liatinnya......
Dan menurut penjualnya buah ini dah semakin langka. Dalam seminggu dia hanya bisa berjualan 2 kali. Itupun tunggu pengiriman...
Langsung terpikir..... Ada ga ya cara untuk melestarikan tanaman ini supaya jangan sampai punah, krn menanam pohon ini butuh 9 tahun loh. Tapi jika memang bisa dilestarikan kenapa tidak. Mungkin ada teman2 yang punya ide gimana yah kita lestarikan buah ini.
Yuk, kasih kommentnya........
Btw, td saya potong2 buah ini n campur sama jeruk perassss. ?. Wuuiiiiiiiii segarnyaaaaaaa... Rugi besar deh kalo sampai punah........

Count Your Blessing

Tidak pernah menyangka 3 kata di atas bisa menohok saya dengan dalam hari ini, padahal dengan seringnya 3 kata ini sering saya dengar n bahkan nyanyikan.

Hari ini saya surprise bgt mendapat kado ulang tahun dari salah seorang teman baik saya yaitu sebuah buku. Sudah jarang sekali saya dapat kado apalagi kado buku hehehehe. namun yg membuat saya surprise adalah judul buku tersebut. Chicken soup of the soul: Count your blessing, dlm bhs indonesianya : mensyukuri nikmat 
Ini gambar cover bukunya 

Setelah satu tahun saya banting stir untuk berhenti kerja n membantu usaha keluarga, sering saya berpikir apakah betul ini jalan yang seharusnya saya tempuh atau ada keputusan yang terlalu cepat saya ambil. apakah keputusan ini tepat? atau sebenarnya adakah solusi lain selain melakukan ini. terutama setelah setahun dan saya masih diombang-ambing perasaan ragu apa seharusnya saya melanjukan melakukan ini atau kembali pada pekerjaan yang saya kira adalah passion saya.

Membaca 3 kata dari judul buku ini, saya menjadi tersentak. Iya ya... saya sebenarnya sudah mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan belum? apa saya mengeluh terus tidak puas karena tidak bisa melakukan yang saya mau, terpaksa untuk mengambil keputusan ini dan 1001 macam alasan lainnya yang membuat saya makin bersungut2 menghadapi siuasi yang saya jalani dan melupakan arti menghitung berkat Tuhan yang pasti melimpah setiap hari.

Terima kasih Tuhan, Kau ingatkan aku untuk 'Count Your Blessing' dalam setiap situasi dan terima kasih sahabatku telah memilihkan sebuah buku yang memberi semangat ntuk menjalani situasi sesulit apapun dalam hidup ini dengan bersyukur. Tuhan tidak pernah terlelap dan tidak pernah tertidur. Hitunglah berkat-Nya, dan pasti kau akan sanggup menjalani hidup ini.  Saya akan belajar dari kisah orang2 di dalam buku ini bagaimana mereka hidup bersyukur. Will update you soon about the content of the book. God bless