Read in your own language

Kamis, 11 Mei 2017

Private Meetup #LanggasJakarta with Yoris Sebastian dan Dilla Amran

Temans, hari ini girang banget akhirnya ketemu dengan Kak Yoris Sebastian dan Kak Dilla Amran
Beliau berdua adalah penulis buku Generasi Langgas Millenials Indonesia, buku yang bercerita ttg generasi millenials di Indonesia dan yg skrg jadi topik booming banget dimana2. Kenapa saya girang banget? ini ada ceritanya

Kak Yoris Sebastian adalah founder/ creative thinker dari OMG Creative Consulting. Beliau adalah salah satu inspiratorku utk bidang kreatif. Mulai ngikutin dan tahu Kak Yoris ini lupa sih awalnya dari mana, yg diinget buku pertamanya "Oh My Goodness. Buku pintar seorang Creative Junkies" itu seru banget. Buku itu terbit tahun 2010. Nah setelah itu, tiap ada bukunya pasti nyari dan beli.. kadang2 tunggu diskonan, kadang2 langsung beli heheheh tergantung pas ada budgetnya gimana..
ini 5 buku koleksiku, tapi kurang buku 5W1H


Terus buat aku, beliau adalah public figure yang baik hati mau jawabin mention followernya, bahkan pernah sekali beliau punya ide utk bagi2 buku barunya di acara Kick Andy, gara2 saya bilang kalo ga iri2 bener di acara Kick Andy, krn yang dibagiin buku yang saya sudah punya hehehehe (PS: Kak, buat kami yg dimention, ini berarti banget loh.. Terima kasih)



N buku2 ini emang jadi panduan aku utk micu pikiran utk stay kreatif walaupun on offnya banget2 sih. yg paling berkesan dan dipraktekan adalah soal investasi kasur dan minum air putih. Dua2nya ada di buku pertama. Nanti ya kalo udah ada waktu, review utk setiap bukunya kubuat jadi blog juga deh

Nah Kak Yoris kebetulan mantau upload yang hashtag #Langgas(kota), dan kebetulan beberapa hari lalu, beliau dan Kak Dilla merencanakan Private Meetup #LanggasJakarta. nah kebetulan udah lupa kalo udah edit lum postinganku dengan hashtag itu, n kepikir waa takutnya kamis ini ga bisa waktunya, akhirnya aku lupa. n surprise pas tiba2 di DM utk WA ke nomor tertentu utk bisa diinfoin soal meetup ini.. Waaa seneng banget finally bisa ketemu.

Singkat cerita berkumpulah #LanggasJakarta di Hoolala Chicken Cafe, Gandaria City.
Meetup dibagi dalam 2 meja krn kami semua ada 14 orang, lalu kak Yoris dan Kak Dilla sharing private dengan kami di setiap meja dengan durasi 1 jam (masing2 meja bisa sharing smp puas 1 jam dengan masing2 dari mereka)
Photo by Yoris Sebastian
Eh sebelum itu, kami yang datang pertama aka sebelum jam 2 dpt bonus ngobrol duluan sm mereka. malah saya bisa minta ttd utk 5 buku yg saya bawa dari rumah di awal hihihi..
Jam 2 tepat, mulailah acaranya dan 1 jam pertama meja kami bersama dengan Kak Yoris, kenalan sambil berbagi inspirasi antar kami ataupun dari kak Yoris.
Untuk saya sendiri, banyak insight yang didapat soal non profit yang dishare sama Kak Yoris, terutama hasil pertemuannya dengan Blake Mycoskie, founder dari sepatu TOMS (He's also my inspiration)
Visi organisasi = Visi Karyawan = Visi konsumer... produknya jadi keren dan jikalau dikembangkan produknya, konsepnya/ visi tetap sama
Bagaimana non profit sekarang bisa memikirkan untuk punya sister company utk bisa expand good worknya atau maintain good worknya dengan tidak terlalu khawatir soal donasi krn donasi bisa saja menjadi semakin turun

Trus belajar juga soal jaman generasi millenial yang mo usaha apa aja asal mau tuh bisa dilakukan. Beliau bercerita soal generasi langgas yang membuka toko online dan bagaimana pemilihan nama. Salah satu tips mencari nama adalah KEYWORD yang suka digoogle org, kali aja kecantol kan jd pembeli

Kak Yoris share juga soal perspektifnya soal MIMPI adalah
- DREAM SMALL, TAPI LAKUKAN DENGAN SEBAIK2NYA
- DON'T BREAK THE RULES, BUT CHALLENGE THE NORMS

Gimana sih caranya supaya idenya nembus dan diterima
- Selalu mencoba memberi ide. Ditolak itu biasa, tapi kalau diterima itu bisa BUILD CONFIDENCE
   Coba lakukan kreativitas ke orang-orang terdekat dulu. sambil meningkatkan confidence
- Ketika ide ditolak, jangan bete aka baper dan ga mau kasih ide lagi. sebaliknya malah kita harus memberi ide itu lagi dengan revisi yang sudah kita perbaiki,
- Mulai buat karya, karena dengan karya itu lama2 orang akan melihat bahwa ide2 kita itu memang oke

Banyak juga share soal apa artinya start small dan share yang lain2nya tapi memang buanyak banget si dan harus diingat lagi malah dengan baca bukunya...

Next, tibalah waktu kami sharing dengan Kak Dilla Amran
Beliau adalah penulis dari buku Generasi Langgas juga dan merupakan Business Director di OMG Creative Consulting. Ini adalah perkenalan pertama saya dengan Kak Dilla tapi ngobrol kami dah seru banget di meja itu heheheh

Diskusi dengan Kak Dilla adalah lebih banyak membahas 'managing' diri sendiri atau kantor dan bagaimana OMG menelurkan ide2 beserta cuma staffnya 5 orang
Hal2 menarik yang didapat adalah pentingnya office culture diturunkan saat bersama dengan staff baru. dan KUNCI di OMG adalah BRIEFING, entah ke klien, peserta magang, atau staff baru
Hal baru -> jadi habit -> jadi culture

Dan untuk OMG, cara kerja yang paling membantu pekerjaan walaupun dengan online, itu yang dicari. Google kalender, whatsapp, skype, mungkin segala cara komunikasi yang memudahkan itu yang diambil

Kak Dilla bilang kalo dia dpt inspirasi dari Kak Yoris soal Kreativitas adalah otot yang dilatih. Jadi biasakan melatih otot itu.
Salah satu caranya adalah dengan travelling dan observe
Lalu satu pengenalan kata baru buat saya adalah ITERASI. kalau baca di google adalah proses pengulangan untuk mencapai hasil yang semakin mendekati yang diinginkan

Kami juga banyak diskusi ttg Gap Generasi X dan Generasi Y/ Millenial
Beda yang paling signifikan adalah 2 generasi ini dibesarkan dengan kondisi yang totally different/ bener2 beda
Lonjakan teknologi hanya dialami oleh Gen X sehingga terkadang Gen X ini tidak paham kenapa Gen Y bersikap seperti itu.
KUNCINYA adalah komunikasi
Dan ini bener banget. Ada pengalaman di kantor kaya gitu, bagaimana komunikasi aka ajak ngobrol itu bisa membantu utk merubah seseorang walaupun mungkin baru 50%,
Jadi tips untuk teman2 GEN X yang punya anak buat Generasi langgas aka millenials, bantu mereka untuk paham kerjaannya itu endingnya apa dan kenapa saat ini mereka diminta mengerjakan itu. Biasanya kalau kita jelasin dan ajak ngobrol gitu dan mereka tune in nih, mereka akan dapat melaksanakan dengan baik yang diminta krn mereka tahu buat apa mereka kerjain itu.
So jangan ambil jalan pintas utk langsung label kalo anak buahnya pembangkang dan malas melakukan yang diminta atau langsung bilang attitudenya ga baik. Itu mungkin hanya MISCOM

Tidak sadar kalau itu sudah jam 5.30 karena seru banget... lalu kami menutupnya dengan foto bersama

 #LanggasJakarta


Terima kasih buat Kak Yoris dan Kak Dilla untuk semua sharingnya. Membantu banget untuk semangat lagi utk jadi kreatif dan ga patah semangat, apalagi kalo ide2nya ditolak hehehhe Dapat insight juga utk melihat gap antar generasi dan bagaimana merubahnya menjadi sebuah kolaborasi keren

Terima kasih untuk Kakak berdua yang ingin juga berkolaborasi dengan organisasi dimana saya bekerja sekarang. Semoga jadi yah kakak2 kolaborasinya....

Dengan Kak Dilla Amran
Dengan Kak Yoris Sebastian





Senin, 24 April 2017

#RekomendasiFilm : STIP dan PENSIL

Back to gw yang mau rajin lagi nulis rekomendasi film di blog.. Doakan supaya selalu rajin nulis yaaaaa..

Hari ini gw mau kasih rekomendasi untuk  film "Stip dan Pensil"


Gw penasaran mau nonton ini karena beberapa pemain di film ini gw ikutin banget2 twitternya. Dan berdasarkan review dari RT follower yang nonton, semua mengungkapkan yang sama...lucu, ngakak, terbahak-bahak, menghibur hati.....
Dari awal emang niat nonton film ini karena untuk menunaikan melihat semua karya Ernest Prakasa di layar lebar/ live action. Kemarin kan udah tuh Ngenest, Cek Toko sebelah.. Nah selanjutnya Film ini dan Tour #SetengahJalan deh

Dan ceritanya juga unik dan sepertinya pengen membuat suatu film genre remaja yang beda sendiri dari tema dan alurnyaa
Jadi ini menceritakan perjalanan 4 anak SMA (salah satunya Ernest Prakasa) yang dinilai oleh teman2nya sosialita di sekolahnya dan dianggap sombong dan ekslusif sehingga secara tidak sengaja mereka akhirnya membentuk gang sendiri yang kompak dan seru. 

Sampai suatu hari mereka mendapat tugas untuk membuat essay tentang social awareness oleh Pak Adam yang asik banget diperankan oleh Pandji Pragiwaksono. Dan disinilah cerita mereka dimulai.. Dari yang gengsi2an gengnya buat ide cemerlang supaya menang, kepancing utk buat sekolah darurat dengan kocek pribadi gara2 dipanas2in sm youtuber sekolah yang selalu bully mereka dan akhirnya berproses dengan keseruan dan realitas dari kejadian2 yang ada di sekitar kita, terutama di jakarta.

jadi Gw rekomen banget deh film ini utk lu tonton pas long weekend ini..... (ayo buat film ini bertahan lama di bioskop yuks...)

Gw kasih alasannya ya
1. Lu bakal ngakak sepanjang film ini... Asli.. dialog2 yang terbangun itu bener2 asik dan buat lu kebahak2 deh, ga cuma dialog, gerakan2 sederhana pemainnya itu juga bikin pecaaaahhhh. PUAAASSSSS NGAKKKAAKKKK

2. 4 pemain geng sosialita ini juga bagus banget chemistrinya utk nyeritain 4 orang yang berbeda tapi kompat banget persahabatannya. Saras yang gahar (walaupun cewe), Bubu lembut dan agak lemot, Agi yang bijaksana dan menghindari masalah, Toni yang spontan dan emosian.

3. Bisa disaksikan oleh semua usia dan nilai yang diberikanpun bener2 bukan khayalan tapi nyata. Misalnya betapa mudahnya kita memberi label kepada teman kita hanya karena kita melihat dari luarnya dan ga pernah coba berteman dulu dengan mereka, betapa pentingnya bisa membaca dan menulis untuk kehidupan ini.. ga cuma soal sekolah itu penting atau tidak hehehehe (bagian ini memang serius cuiii mereka kemasnya, tapi dengan cara yg kocak.. jadi sambil ketawa lu mikir sih hahahahahha)

Tapi 1 part yang paling berkesan buat gw di film ini adalah dialog antara pegawai pemerintah dan anak2 ini saat terjadi penggusuran. Itu scene terbaik dan penulisan dialog dan scene yang baik menurut gw di bagian itu. Proporsi menggambarkannya pas namun buat mikir keras. Ayo cari tahu yah adegannya itu cerita soal apa.. hehehehhe nanti baru dimasukkan ketika film sudah turun dari bioskop yaaaa

Dan akhirnya semua dugaan gw terjawab di akhir film itu sih.... yang penulis script versi gw liat sekilas pas ending film adalah Ernest Prakasa, Arie Kriting dan Bene Dion... tapi ternyata penulis naskahnya yang disebut di media2 online malah Joko Anwar.  (hiks maapkan ga liat namanya)

Karena pas di film itu berasa bener dialog2 komedinya berasa banget kaya CTS yang mengalir aja tapi lucu buangggeettttt... Tapi salut buat Mas Joko Anwar yang buat alur dan dialognya apik dan mengalun. Dan kontribusi dari Koh Ernest dan Bene Dion yang bikin komedinya jadi lucu dan terpingkal2 sambil nyuruh mikir ahhahahah

Daripada spoiler kebanyakan, buruan nonton sendiri yaaa "Stip dan Pensil"


Jumat, 30 Oktober 2015

Gramedia itu bagian hidup Saya

Melihat judulnya mungkin kesannya lebai banget ya.. Kenapa sampai sebuah toko buku bisa jadi bagian hidup?
Ada alasannya kenapa Saya bisa bilang seperti itu.

Dari kecil, hidup saya selalu dipenuhi dengan buku. Saya bersyukur mempunyai orang tua yang walaupun hidup kami cenderung pas-pasan, ada dua hal yang orang tua saya pasti penuhi untuk anak2nya: sekolah terbaik dan buku bacaan. Dari kecil saya sudah dikasih langganan Donal Bebek dan Bobo. Lalu dulu kalo ada penjual2 buku deket rumah pasti dikasi kesempatan untuk dibeliin buku2 bacaan yang mau dibaca.

Saya tidak ingat persisnya saya mulai diajak ke Gramedia. Tapi saya ingat buku Lima Sekawan, Trio Detektif, Asrama Malory Towers sudah menjadi lahapan baca kami di rumah, saya dan kakak. Dan waktu SMP, saya ingat persis kalau saya niat menabung hanya untuk pergi ke Gramedia Hayam Wuruk untuk membeli buku-buku bacaan baru. Waktu itu Gramedia tokonya belum sebanyak sekarang dan pilihan bukunya juga belum sebanyak sekarang. Tapi selalu ada buku bacaan anak-anak yang bagus, seperti petualangan misteri dan detektif2an.. Sehingga masa kecil saya penuh imajinasi dan saya merasa tidak mengapa orang tua saya tidak bisa ajak saya jalan2 ikut tur ke luar kota atau ke luar negeri, saya sudah merasa dengan buku saya sudah jalan-jalan dan berimajinasi tanpa harus betul2 pergi.

Sejak SMP, satu-satunya toko yang saya susah untuk absen adalah Gramedia. Selalu ada alasan untuk ke Gramedia walaupun seorang diri sepulang sekolah dan mencari buku. Dan setiap menuju ke mall, yang dicari cuma satu, ada ga toko buku Gramedia di situ. Kalo ada, pasti langsung diingat di lantai berapa dan arahnya ke mana. Terutama kalo sedang ada diskon.. Itu sangat menolong untuk saya bisa membeli buku2 yang saya telah inginkan sebelumnya...

Dan sekarang, setelah lebih banyak mengenal lebih banyak pengarang2 Indonesia yang bagus, saya senang sekali karena Gramedia juga menjadi penerbit bagi beberapa pengarang favorit saya, seperti Rene CC, Yoris Sebastian, Tere Liye, dan Prof Rhenald Kasali. Dan diskon sepanjang tahun yang diberikan juga TOPBGT kalo kata anak2 muda.

Melihat alasan di atas, buat saya secara pribadi, Gramedia adalah bagian hidup yang sangat berarti bagi saya karena melalui buku-buku terbitannya yang konsisten bagus dan bermakna dan toko bukunya yang tersedia di banyak tempat, saya bisa belajar banyak tentang apapun dan siapapun hanya dengan membaca. Saya belajar bahwa punya wawasan luas itu, kuncinya hanya dengan membaca. Saya belajar menulis pun adalah karena sering membaca.

Terima kasih banyak Gramedia. Lanjutkan kiprahmu memajukan bangsa Indonesia dengan bacaan-bacaan bermutu

Minggu, 30 Agustus 2015

Jendral Soedirman - Apa yang aku pelajari?

Hari Minggu lalu saya berkesempatan lagi 'mengejar' film Indonesia keren yang berjudul "Jenderal Soedirman"
Kenapa keren? Karena buat saya, semua film Indonesia yang berusaha mengangkat kembali perjuangan pahlawannya dengan sumber data sejarah yang terbatas itu sudah luar biasa. Hey, mari mengaku dalam diri kita masing2.. Siapa yang suka membaca sejarah Indonesia? Siapa yang di jaman sekarang masih tahu bagaimana perjuangan tokoh-tokoh negara kita di jaman lalu? Mungkin sekali bisa dihitung dengan jari.. Padahal kalo kita ingat, Proklamator kita, Presiden Soekarno pernah memberikan singkatan JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah). Logikanya mudah: sejarah adalah guru terbaik kita. Dan kalau kita tidak tahu sejarah, betapa mudahnya kita akan jatuh pada kesalahan yang sama dalam sejarah yang pernah ada...

Balik lagi ke film "Jenderal Soedirman", film ini mengingatkan saya kembali kepada 'keren'nya bangsa ini dan membantu saya belajar beberapa hal yang baru.

Pertama, film ini mengingatkan saya pada sejarah keren bangsa ini ketika Belanda di thn 1948 berusaha menguasai Indonesia lagi. Dari film itu saya menangkap bahwa sebuah negara dikatakan masih ada ato akhirnya kembali dijajah karena 2 faktor, yg kesatu soal pusat pemerintahan negara dan yang kedua adalah tentara negara tersebut.

Dulu pas sekolah, saya ingat sekali kekaguman saya akan kisah soal bagaimana strategi memindahkan pusat pemerintahan jika pada akhirnya Soekarno-Hatta ditangkap. Jadi karena agresi militer pertama, terlihat bahwa Belanda ingin kembali menguasai Indonesia. Oleh karena itu, saya tidak tahu siapa yang mencanangkan tapi strategi yang saya pelajari di buku sejarah dan diingatkan di film itu sbb. Ini yang saya kutip dari wikipedia ttg pemerintahan darurat republik indonesia

----------------------------------------------------------------

Sesungguhnya, sebelum Soekarno dan Hatta menyerah, mereka sempat mengetik dua buah kawat. Pertama, memberi mandat kepada Menteri Kemakmuran Mr. Sjafruddin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatra. Kedua, jika ikhtiar Sjafruddin gagal, maka mandat diberikan kepada Mr. A.A.Maramis untuk mendirikan pemerintah dalam pengasingan diNew DelhiIndia. Tetapi Sjafruddin sendiri tidak pernah menerima kawat itu. Berbulan-bulan kemudian barulah ia mengetahui tentang adanya mandat tersebut.

----------------------------------------------------------------

Baca lengkapnya di tautan ini (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_Darurat_Republik_Indonesia

Buat saya, rencana ini keren sekali.

Para pemimpin negara kita sudah memikirkan jauh ke depan bagaimana kemerdekaan itu tidak akan diambil lagi oleh penjajah. Caranya adalah dengan taktik dan akal :)

Dan Jendral Soedirman melakukan hal yang sama dengan keberadaan Tentara Nasional Indonesia. 

Berkali-kali beliau bilang "Saya tentara. Tugas saya menyelamatkan negara dengan cara tentara, yaitu gerilya"

Dan seperti yang kita ketahui dalam gerilyanya, TNI membuktikan bahwa mereka masih ada dan berkarya. Rasanya bangga banget pas di film ada adegan Jendral Soedirman bilang di radio yang dibawa2 bahwa TNI masih ada.. Hehehhe 

Kedua, melihat bagaimana digambarkan rakyat yang rela berkorban demi melindungi tentara yang sedang bersembunyi. Setiap Pak De (panggilan Jendral Soedirman di kalangan tentara dan rakyat) datang kesebuah desa, org desa siap memberikan tumpangan dan bahkan makanan. Saya pikir resikonya besar sekali saat itu utk ketahuan menyembunyikan tentara Indonesia, tapi mereka rela melakukannya.. Sampai ada adegan dimana ketika kondisi panen pun ga banyak, mereka tetap rela memberi. 

Ketiga, panggilan Pak De untuk seorang Jendral kok kesannya bersahaja sekali ya. Ketika seseorang dalam kedudukan tinggi, biasanya mau diperlakukan spesial, dipanggil mgkn dengan jabatannya. Tp ketika semua org memanggil Jendral Soedirman dengan Pak De. Saya tidak melihat itu sebagai perendahan tp peninggian posisi dengan menempatkannya tidak jauh tapi sangat dihargai. Itulah yang dinamakan sebagai pemimpin... Begitu bijaksana memainkan peranannya dalam kehidupan dan pekerjaan. Sunggu menjadi panutan di jaman sekarang

Terutama saat gerilya, saya aja yg orang sehat mikir2 tapi asli medannya beraatt banget.. Tp disuguhi dengan wilayah yang indah dan menarik smp mikir itu shootingnya dimana ya hehhhe

Waktu dua jam membuat kita semakin haus untuk mengenal beliau. Pahlawan yang jarang diceritakan kisahnya dan hanya kita kenal sebagai nama jalan... Ayo mari kita pelajari tokoh2 yang ada diawal kemerdekaan negara kita. Dan semoga semakin banyak sineas yang mau membuat film2 sejenis ini

DIRGAHAYU INDONESIAKU


---------------------------------------------------------------


Sabtu, 22 Agustus 2015

Battle of Surabaya - Review Film

Sabtu ini saya nonton film "Battle of Surabaya"..
Hr ini tuh niat banget loh mau nontonnya.. Janjian mo donor darah n katanya mo nonton dulu.. Trus pas liat di web 21 eh ternyata di TIM ada yg jam 2.40.. Langsung aja keluar niatnya telat ga telat mo nonton tuh film

Pertama karena itu film animasi hasil karya anak Indonesia, tepatnya Amikom Yogyakarta... Waaa film panjang animasi karya anak2 Indonesia pasti kudu ditonton n ga boleh dilewatkan

Kedua, karena ceritanya tentang pertempuran Surabaya, berarti ini sejarah Indonesia.. Karena saya penganut Jas Merah (Jangan sampai melupakan sejarah) , saya paling suka film2 kaya gini.. N penasaran aja sih... Krn hr pahlawan memang diperingati 10 November n ktnya krn lokasinya di surabaya tp smp skrg msh ga kebayang sejarahnya gmn..

Ketiga, walt disney aja mo bantu utk mendistribusikan film ini.cekidot beritanya... Jadi makin penasaranlah sama film ini

Pendapat saya setelah nonton film ini
Pertama mereka niat banget untuk penggunaan bahasanya. Adegan belanda harus memakai bahasa belanda, adegan org jepang menggunakan bahasa jepang, antar negara ato dengan sekutu fasih banget bahasa inggrisnya dan tentunya dengan bahasa Indonesia...
N setelah googling... Ada nemu iklan dubber yg memang request org jepang/ keturunan jepang untuk jadi dubber film ini.. Dan kalo liat dari IMDB ada nama2 asing.  Buat saya, itu usaha banget dan 'idealis' supaya sensenya dapet banget

Kedua, animasi sekilas melihat cenderung masih kaya anime jepang. Gerakan tokohnya masih kaku, tapi mungkin masih tahap awal... Can't wait to see the next production utk liat progressnya.. Tapi buat gambarnya the best banget apalagi backgroundnya. Jadi my fave scene.. Pas Musa (tokoh utamanya) melihat reruntuhan dari perang surabaya itu. Sebenarnya mengingatkan gw sama reruntuhan di film 'the pianist' tp asli man. Itu gambar looooohhhhh n keren abisss.  Trus gmn dia gambarin ray of light dan juga ada beberapa hal detil yang keliatan difilm .... Itu animasi loh... Bukan benda hidup yg langsung bs disuruh gerak n shooottt

Ketiga, musicnya keren, standar film kartun n bener2 bs ngaduk emosi walaupun ada beberapa part kosong
Terus mgkn yg agak kocak menurut saya si ada adegan cinta2 anak remaja dengn sountrack gaya anak sekarang.. Hehhehheh jadi kl buat saya agak kocak aja sih... (Ini betul2 subyektif selera saya sii)

Keempat... Alur ceritanya
Saya taru di terakhir bukan karena plg jelek loh tp ini yang bikin saya langsung jatuh cinta sama film ini
Tagline "There is no glory in war" sebenarnya lgsg nusuk hati saya.. Kita pastinya mau kemenangan dalam apapun.. Tapi di sini kita diajarin lagi... Tidak ada kemenangan dalam perang.
Yang diangkat dalam cerita ini adalah bukan semata2 menceritakan bagaimana perjuangan orang Indonesia di peperangan Surabaya, tetapi malah bagaimana setiap tokoh memilih perannya dalam Perang ini karena dalam bagian hidupnya, ia merasakan kepahitan dalam peperangan, bagaimana mereka kehilangan orang yang mereka kasihi dan karena dendamnya ia memilih untuk terlibat dalam perang dengn caranya sendiri. Jadi tidak ada yang menang dalam perang. Malah air mata dan kehilangan menjadi sangat kental dalam perang.
Lalu soal keberagaman Indonesia, sepertinya dari awal si pembuat film sudah menekankan soal bagaimana jaman dulu itu kita sudah bisa menghargai perbedaan..
Ketika Musa dan Yuna mau makan nasi bungkus, dan Yuna memulai makan dengan berdoa dengan cara agamanya, Musa pun ikut berdoa dgn cara agamanya jg yg berbeda dengan Yuna
Ketika warga surabaya berdoa tentang perang surabaya, digambarkan pula ttg bagaimana setiap warga berdoa dengan agama dan caranya masing2..
Lalu dalam dialog adegan2nya...
Itupun sangat dalam, paling sedih saat sebelum ibu musa meninggal . ucapan ibunya sangat menggugah hati.. Trus setiap ucapan dialog terkadang mengandung falsafah hidup yang dalam

Banyak sekali yang bisa diceritakan dari film ini, tapi lebih seru kalau teman2 mau nonton sendiri...
Jangan pernah sampai melupakan sejarah, karena sejarah itu pengalaman yang bisa membuat kita bergerak ke arah masa depan yang lebih baik

Photo taken from website resmi dr battle of surabaya 

http://battleofsurabayathemovie.com/

Ini trailernya... Trailer Battle of Surabaya 

(Battle of Surabaya - Official Trailer [English Ve…: https://youtu.be/Jar7zUU_Kls)

Sabtu, 08 Agustus 2015

Setiap kita bisa berbagi

Keinginan untuk menulis postingan satu ini berangkat dari sharing seorang teman, dari kecil tujuan hidup saya adalah menolong orang lain. Entah dari mana inspirasi itu muncul dari dirinya, tapi hal itu tertanam dalam diri seorang anak kecil ini dan sampai ia memutuskan untuk bekerja dengan tujuan yang sama.

Untuk saya yang baru mengenal dia, saya mulai paham kalau dia 'menghidupi' tujuan hidupnya. Dia tidak pernah sungkan untuk memberikan apapun yang dia punya untuk menolong orang lain. Kalo yang dia bisa membantu transportasi orang, dia rela bolak balik untuk membantu. Kalo yang bisa dia lakukan adalah berdiskusi, dia akan rela berdiskusi. Dan perbuatan-perbuatan lainnya..

Saya pikir alangkah bahagianya seseorang jika dari awal sudah paham bahwa hidupnya bukan untuk dirinya sendiri tapi melainkan untuk berbagi dengan orang lain..
Mungkin banyak orang berpikir emang gampang hidup berbagi? Emang kita punya apa yang berarti sampai bisa berbagi dengan yang lain?

Saya ingat waktu remaja pernah membaca sebuah buku yang berjudul "Kita tidak miskin" , buku itu mau berkata selama kita ada sesuatu yang bisa dibagi untuk orang lain, kita tidak miskin. Saya belajar bhwa miskin itu ditentukan oleh pikiran kita,  bukan kenyataan yang ada karena pasti ada hal yang masih kita bagikan kepada orang lain.

Pernah terpikir untuk berbagi darah secara rutin (donor darah)? Darah itu pasti dimiliki semua orang kan? Caranya hanya perlu bertanggung jawab pada diri sendiri untuk menjaga kesehatan. Dan kebayang kalau yang punya darah langka kaya saya (AB+) membutuhkan darah? Akan sangat bersyukur kalau ada yang bisa donor darah...

Pernah dengar tentang donasi rambut? Saya pertama kali dengar itu seminggu sebelum valentine. Dan rasanya senang sekali saat hari kasih sayang, saya bisa ikutan sumbang sekitar 15cm rambut saya untuk buat wig anak2 yang mengalami kanker. Di situ saya juga baru tahu fakta bahwa utk wig penderita kanker sebaiknya menggunakan rambut asli. Karena rambut sintesis dapat membuat panas kepala jika lama digunakan. Soooo the best way itu yah dengan rambut asli... Dan 6 september ini ada lagi kegiatan Shave for Hope.. Setiap org yang mau ikutan potong sm botak - atas bahu untuk cewe akan dihargai 100rb utk donasi bagi yayasan anak kanker... Simpel kan.. Cukup potong rambut gratis, bs donasi juga.. Puasnya tuh poooollll bgt

Cara lain... Jaman sekarang kan kita sudah giat dalam media sosial... Mungkin sekarang kalo tujuan medsos kita bisa diubah menjadi komunikasi orang membantu alangkah indahnya... Seorang teman memulai NTT Youth Project utk membuka 5 perpustakaan di 5 desa. Syarat mudah.. Hanya butuh 500 nama dgn seseorang membantu minimal 100rb n yes... Rumah bacaan bs dibuka. Donasi buku cerita juga bisa.. Modalnya cuma satu.. Mau share informasi saja... Apakah susah? Tidk juga... Akses internet sudah bagus n informasi mudah disebar
Saya dan teman jg mencoba membuat GABAN Project Indonesia dgn berhasil membuka 1 perpus di desa di TTU, NTT....

Dan banyak hal lagi yamg bisa dibagi dan tidak pakai cost material tp cost keinginan dn hati.... Dan mstnya sih itu mudah selama kita ingin berbagi.. Pendapat, cinta, nasihat dll... Asal diberikan dengan hati tulus akan sangat berarti

Saya akan menutup dgn quote
"To the world you may feel you're nothing. But for someone, probably you're his/ her everything"

Let us share

Senin, 03 Agustus 2015

8 tahun kemudian - Tulisan kedua utk mama (3 Agustus 2007- 2015)

Hari ini tepat 8 tahun mama meninggalkan kami, dan semakin lama makin bersyukur bahwa sepanjang beliau hidup, saya merasakan didikan yang membuat saya bisa menjadi diri saya sekarang. Memang tidak hanya mama, tapi mamalah yang mungkin lebih intens mendidik saya. Setelah tulisan Mengenang 6 tahun berpulangnya Mama, saya semakin disadarkan banyak cerita2 dalam hidup ini yang saya ingat hasil didikan dr mama.

Setiap cerita soal kerusuhan 98, banyak hal tentang mama yang saya jadi ingat... Ketika ada kondisi rush di tahun 97, saya sangat ingat saya 'kencan' sama mama utk nonton film "Titanic" (n sebenarnya mama tuh stlh menikah jarang2 loh nonton bioskop - I'm lucky girl). Jadi di supermarket tmpt kami ntn ternyata terjadi org belanja gila-gilaan dan kita sebenarnya bingung kenapa tp cuek aja.. Yg penting ntn film the hits saat itu. Titanic ehehe

Peristiwa kedua di kerusuhan 98
Jujur, waktu tgl 13 mei.. Saya tuh nakal dan sengaja mo ke kampus utk lihat peristiwa pasca penembakan.. Padahal udah dikabarin kalo kuliah libur... Saya bilang mama kalau mo ke kampus krn mau cek apakah ada ujian atau tidak. Singkat cerita, saya berhasil melihat orasi2 awal dan mulai khawatir ketika terjadi kebakaran2 yang terlihat dr kampus. Jam 12 kami berusaha meninggalkan kampus tapi ternyata dilemparkan gas air mata. Pides boooy... Alhasil masuklah lagi kami ke kampus.. Lalu ada kabar bisa kabur via tembok antara untar dan trisakti...  Itu kami lakukan sampai akhirnya saya berusaha mencari jalan pulang. Tentu saja daerah rumah jadi sasaran kerusuhan. Di situlah didikan mama sangat bermanfaat..
Jadi ketika berjalan mencari jalan pulang, ketemulah saya dengan orang yang biasa jaga pasar. Sama Pak Eddy inilah saya diantar pulang ke rumah. Kenapa saya bilang didikan mama?
Dari kecil saya dididik untuk jangan pernah memandang orang karena kedudukan, malah seharusnya kita lebih menghargai orang yang lebih rendah dari kita. Dan itulah yang selalu saya lakukan dalam berhubungan dengan sekeliling saya dan itulah gunanya.. Pak Eddy itu mengenali saya dan dalam kondisi yang seram itu, dia pastikan saya sampai di rumah.

Peristiwa ketiga adalah pagi hari pasca kerusuhan 13 mei 2015. Saya dan mama punya keinginan besar utk melihat ke luar rumah pasca kerusuhan itu. Asli serem banget.. Sayang dulu blm sering2 foto.. Suasana udah kaya di film2 perang. Aspal kebakar, rumah2 ancur. Dan setelah kami merasa gas air mata, kami balik ke rumah lagi.

Saat ngobrol dengan teman soal memasak, saya juga jadi ingat mama. Saya baru sadar secara tidak sadar saya dilatih utk jadi asisten masak mama. Jadi ingat kalau ada tugas masak dari gereja, mama suka tanya saya bisa bantuin ga? Kalo iya, baru dia mau terima. Dan taukah pembaca.. Setiap mama mau masak, teriakannya cuma Peggy bangun...bantuin.... Dan biasanya pas teler2 saya jd bangun dan bantuin... Termasuk mengemas di tempat...
Paling berasa ga adil dulu pas kalau minta makanan kesukaan, syaratnya harus bantuin buat.. Ahhahah namanya bocah, terserah deh jd asisten asal dapat yang dimau.
Nah krn didikan itu saya paham cara memasak walaupun saya jujurnya masih malas dn ga minat masak.. Tapi kalau dipaksa masak, rasa sih oke lah ahahahha (temen gereja yang biasanya menikmati masakan mamaku. Tau kan behind the scenenya yah gitu de)

Soal berjuang juga mamaku jagonya.. Jadi inget dulu perjuangan mama utk nyekolahin aku di BPK Penabur. Dari TK sampe SMA, mama selalu siap minta surat keterangan dr gereja utk minta keringanan uang muka dan uang sekolah. Bayangin aja.. Mama bisa dpt 1/2 dari yang seharusnya.. Sekolah bagus itu mahal, tapi mama cuma ingetin gini. "Kita bukan org yg punya, dan mo sekolah bagus kudu pake perjuangan, makanya kalo sekolah yang bener, jangan banyak main, kalo pinter mo sekolah ke mana aja jg bisa dgn harga lbh murah. Itu sebabnya walaupun dr sd-sma saya bisa ngatur kapan belajar sendiri kapan main sehingga nilainya selalu minimal rangking 10 besar. Dan ternyata itu pengaruh jg saat dewasa..  Bisa ngatur hidup sendiri juga.

Saya juga belajar utk taat. Jadi ada suatu sore, saya buat mama menangis karena perbuatan saya yang menunda2 kerjaan saat disuruh dan membuat papa saya waktu itu marah besar.. Itu yang buat setiap mama manggil dan suruh sesuatu, saya akan langsung buat entah selesai atau tidak. Dan dari situ saya banyak belajar tentang memahami perasaan orang lain di manapun. "Jika engkau ingin orang lain perbuat kepadamu, lakukanlah ini juga untuk mereka"

Banyak hal tak habis2 didikan mama saat saya sekarang ini.. I am who I am, thanks to my mom
Terima kasih Mama telah mendidik selama ini.
Kamu tidak akan pernah terlupakan
Untuk teman2 yang masih memiliki orang tua (mama papa), hargailah dan sayangi mereka selama mereka masih bersama... Tidak selamanya kesempatan itu akan ada utk teman2.

3 Agustus 2007-2015