Read in your own language

Senin, 22 Desember 2014

Indonesia Mengajar

Selasa, tgl 7 Oktober 2014, gw kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat di Indonesia Mengajar.
Dari pertama kali dicetuskan, gw kagum banget dengan gerakan ini.
Pertama, ide sederhana yang dicetuskan oleh Bapak Anies Baswedan "Setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi", bagaimana mengajak anak-anak muda untuk mau mendedikasikan hidupnya setahun untuk mengajar di sebuah SD di lokasi terpencil. Dan lokasi yang diambil pun ga tanggung-tanggung terpencilnya loh.... Lihat peta di bawah.... 17 kabupaten dimana Pengajar Muda ditempatkan
Courtesy: www.indonesiamengajar.org


Buat gw yang pernah tinggal di Flores Timur selama 2 tahun dan bekerja di desa... apa yang gw lakukan ga seberapa tuh ketimbang teman2 Pengajar Muda (begitulah panggilan untuk mereka) 
Gw pernah ngalamin sih tinggal di daerah yang listriknya cuma ada jam 6 sore smp 6 pagi, ga ada sinyal HP.. tapi pas gw tinggal di sana saat internet ada, tapi belum addictive di gadget spt sekarang, Facebook juga belum jadi bagian dari kehidupan.. jadi hidup tanpa sinyal HP dan listrik sih masih oke-oke aja buat gw waktu itu. Nah teman2 PM ini baru memulai tugasnya thn 2010.. and for 1 year, they gave up all the luxurious and comfortable life and chose to teach the children...Bravo..
Mau tau cerita mereka? tinggal browse di youtube tuh... Dijamin menginspirasi deh... or klik their website.. (gw tautkan yah linknya di bawah ini)

Website Indonesia Mengajar


Balik lagi ke Indonesia Mengajar, gw melihat gerakan ini menjadi sebuah gerakan masif yang mengajak anak muda untuk tidak berdiam diri dan mau berkontribusi kepada kemajuan bangsa. 
Setelah Pengajar Muda, mereka juga menggagas ide untuk Kelas Inspirasi. Ini juga berkonsep sama dengan Pengajar Muda, dengan range usia dan profesi yang lebih luas. Dengan acara seperti Career Day, mereka menggagas ide utk semua relawan yang mau terlibat memberikan 1 hari cutinya untuk datang kepada anak-anak Sekolah Dasar. Semua dilakukan dengan gotong royong di antara relawan sendiri loh.. dari panitia, koordinasi, briefing, sampai pelaksanaan para relawan ini urunan sendiri loh. Bener seperti yang dibilang, kalo kita yakin akan sesuatu tujuan dan kita suka melakukannya, kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjadikan itu kenyataan.
Dan tujuannya jelas, membuat anak-anak Indonesia memiliki cita-cita setinggi langit dan melalui inspirasi kakak-kakaknya yang hadir ke sekolahnya hari itu, mereka bisa tahu bahwa mimpi itu tidak jauh dan bisa diraih kalau mau berusaha..

Website Kelas Inspirasi

Dan kembali ini menjadi kegiatan yang menular... setiap daerah satu per satu melancarkan kelas inspirasi dengan inisiasi sendiri dan dukungan Indonesia Mengajar... Kenapa bisa begitu? karena begitu banyak orang Indonesia yang mau bergerak tapi mungkin belum tau wadahnya bagaimana. Dan ketika ada sebuah kesempatan yang memungkinkan mereka untuk mengambil bagian, mereka langsung turun tangan dan berpartisipasi langsung. tanpa ragu-ragu. tanpa banyak perhitungan.

Dan setelah dari tahun 2010 Gerakan Indonesia Mengajar dimulai, baru di tahun ini dicanangkan program Iuran Publik. Diluncurkan bulan Juli 2014, konsep Iuran Publik adalah ingin mengajak masyarakat luas untuk turut mengambil bagian dalam janji pendiri bangsa ini melunasi janji kemerdekaan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Caranya adalah dengan memberikan Iuran rutin untuk membantu Gerakan Indonesia Mengajar dalam melaksanakan program Pengajar Muda supaya terus berkelanjutan. Yang saya suka adalah kutipan dalam web Iuran Publik ini (link akan diberikan di bawah)

MARI IKUT IURAN

Ikut #IuranPublik itu seperti beli saham perusahaan di bursa efek, sama-sama ingin dapat manfaat. Bedanya, bukan untuk dapat benefit diri sendiri tetapi ikut menciptakan manfaat untuk bersama.

Ikut #IuranPublik itu seperti bayar uang keamanan di lingkungan rumah kita, sama-sama jadi bukti bahwa kita bisa jadi masyarakat yang mandiri mengurusi dirinya. Bedanya, besaran iuran tidak dibuat seragam tapi kita menentukan diri secara sadar.

#IuranPublik Indonesia Mengajar bukanlah beli saham, bukan pula iuran keamanan. #IuranPublik tidak mengajak Anda menyumbang tapi ikut "membeli" dampak positif yang sedang dikejar Indonesia Mengajar. Anda tidak sedang diajak mengasihani tapi ikut bergerak mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia.

Ayo ikut dalam kerumunan positif ini. Dicari 3.000 relawan donatur untuk bergabung dengan barisan #IuranPublik.


Cara menentukan angka #IuranPublik pun unik sekali.
Ada 2 kategori
1. Perorangan
Iuran yang diberikan adalah Rp 50.000 - Rp 1.000.000 dengan jangka waktu 3 - 12 bulan (jumlah iuran ditentukan sendiri, begitu pula dengan jangka waktunya)
Pendaftaran via Online dengan link berikut #IuranPublik Perorangan
Daftar dulu pada link tersebut, lalu setelah selesai pendaftaran dalam waktu beberapa hari, kita akan diberikan nomor Virtual Account dari bank BNI (sementara baru tersedia di bank BNI)
Yang saya suka dari prosesnya: semuanya otomatis dan cepat. Jadi kita tidak perlu ragu jika sudah transfer #Iuran kita... besoknya sudah dapat email konfirmasi dan total iuran kita dah berapa... keren kan....

2. Institusi
Iuran yang diberikan adalah Rp 2 - 10 juta/ bulan dengan jangka waktu 3 - 12 bulan  (sama seperti perorangan, hanya beda di nominalnya saja)
Skema donasi Institusi agak berbeda dengan Perorangan karena disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan

Alur Donasi Institusi

Kembali kepada Natur Gerakan Indonesia Mengajar bahwa ini adalah gerakan. Mereka pun mengajak orang-orang yang bersedia menjadi Relawan Penggalang. Dan membukanya melalui situs mereka untuk akan diseleksi lebih lanjut.


Senang sekali, akhirnya saya terpilih menjadi salah satu Penggalang angkatan I. Horeeee.. Finally  saya jadi relawan GIM.
Apa yang dilakukan? Tugas kami adalah mencari komunitas/ institusi/ gerakan yang mungkin ingin menjadi donatur Institusi. Susah? Iya, kami merasakannya. Kebanyakan orang masih belum terbiasa dengan konsep Iuran. Pertama kali yang tersirat adalah permintaan donasi. Tapi sebenarnya banyak sekali kolaborasi yang bisa dilakukan untuk meluaskan Gerakan ini demi kemajuan pendidikan adik-adik kita di seluruh Indonesia.

Kalau teman-teman yang membaca blog ini, berminat untuk #IuranPublik ini (baik perorangan atau Institusi), mari kunjungi website resmi Indonesia Mengajar di www.indonesiamengajar.org

Untuk langsung mendaftar #IuranPublik, langsung saja menuju link ini 

Atau follow twitter mereka di @IuranPublik

Ditunggu yaa..... 





Rabu, 17 Desember 2014

Ketika Kecewa Melanda

Kisah ini dimulai saat perjumpaan dua sosok manusia di sebuah acara,
pertemuan yang sebenarnya biasa-biasa saja tapi karena kecocokan pembicaraan yang dilakukan, akhirnya terus berlanjut dengan saling mengadd di Facebook..
Setelah pernah ngobrol di message FB, akhirnya beralih kepada whatsapp
dari whatsapp akhirnya memulai pembicaraan via telepon yang bisa habis berjam-jam untuk membahas apapun

Semuanya berasa berkembang secara alami dan tidak dibuat-buat sehingga mungkin kesalahan pertama dibuat oleh pihak perempuan. Dia memiliki harapan lebih dari semua proses yang terjadi.
Kesalahannya lah terlalu percaya bahwa semua proses yang terjadi itu mungkin memiliki arah yang berbeda, arah yang diharapkannya bisa mengakhiri kesendiriannya.
Kesalahannya juga membayangkan jauh dari mungkin yang terjadi seharusnya.

Beruntungnya dengan kegagalan yang entah ke sekian kali, si perempuan tetap berhati-hati, tidak terlalu larut dalam perasaan yang nantinya akan menyulitkan keadaan hatinya dan memutuskan untuk memiliki perasaan sebagai teman saja.

Sebisa apapun si perempuan berusaha menutupi perasaannya, tidak pernah terpungkiri rasa kecewa ketika temannya itu memutuskan tiba-tiba untuk menghilang dari kehidupan si perempuan.
Dicoba utk dihubungi via sms, tidak dijawab... dicoba untuk dihubungi via whatsapp tidak dijawab, dicoba dihubungi dengan berbagai cara yang bisa dilakukan, tetap dia tidak menjawab
Muncullah segala skenario yang ada dalam benak si perempuan, dari berpikir keras apakah pernah melakukan salah ucap ataupun lainnya, kenapa si pria tiba-tiba menghilang.. apakah ia menyembunyikan sesuatu.. ato cuma tidak ingin contact lagi? kenapa dan kenapa menghantui pikiran si perempuan
memang perempuan itu punya kelemahan yaitu memikirkan sesuatu di luar yang seharusnya...
tapi apakah salah ya?

butuh waktu beberapa lama untuk bisa merelakan kondisi itu walaupun masih ada lubang besar dalam hati dan pikirannya yang masih bertanya.. apakah tidak ada kesempatan tetap berbagi walaupun hanya dalam status sahabat? kenapa mendadak menghilang? apa ga bisa untuk dibicarakan dengan baik-baik dulu..kalo ada salah, ataupun ada masalah, kenapa tidak dibicarakan? pria yang biasanya logis kok malah seperti pengecut dan tiba-tiba menghilang..

masih tersisa keinginan untuk memberanikan diri menanyakan langsung untuk mendapat jawaban, kata-kata apa yang harus ditanyakan? bagaimana membuatnya menyadari bahwa menghilangnya itu ternyata menyisakan kawah yang sebenarnya menyebalkan bagi si perempuan...

dalam rasa kecewa, yang mengherankan tidak membuat si perempuan marah dan membenci.. entah mengapa membenci adalah perasaan terakhir yang mungkin akan timbul. pengalaman dijauhi atau dikecewakan sebelumnya memang telah membentuk si perempuan untuk tidak dengan mudah membenci seseorang.. pengalaman membentuknya untuk mencari mekanisme tidak sakit hati tapi merelakan walaupun sebenarnya ada bagian hati yang tidak merelakan itu terjadi.... pertanyaan jadi semakin timbul dalam benak, kenapa tidak bisa membenci.. apakah ini rasa sayang yang terlanjur dalam? ....bukankah perasaan digantung itu menyebalkan. apalagi ketika mendengar bahwa teman lain tidak dia jauhi... malah sempat ia telepon.... melihat ia online di FB tapi tidak cukup nyali untuk menghadapi sikap diacuhkan.. pertanyaan.. pertanyaan.. pertanyaan merasuk dalam benak...

Kata si perempuan, biarlah waktu yang menjawab semuanya itu. hal yang terbaik adalah menyerahkan kepada Sang Empunya rencana hidup manusia. Dia yang maha tahu semua motif manusia. Biarlah semua pertanyaan tersebut akhirnya dijawab dan indah pada waktunya.... dan semua peristiwa ini menjadi pendewasaan bagi yang mengalaminya