Read in your own language

Sabtu, 08 Agustus 2015

Setiap kita bisa berbagi

Keinginan untuk menulis postingan satu ini berangkat dari sharing seorang teman, dari kecil tujuan hidup saya adalah menolong orang lain. Entah dari mana inspirasi itu muncul dari dirinya, tapi hal itu tertanam dalam diri seorang anak kecil ini dan sampai ia memutuskan untuk bekerja dengan tujuan yang sama.

Untuk saya yang baru mengenal dia, saya mulai paham kalau dia 'menghidupi' tujuan hidupnya. Dia tidak pernah sungkan untuk memberikan apapun yang dia punya untuk menolong orang lain. Kalo yang dia bisa membantu transportasi orang, dia rela bolak balik untuk membantu. Kalo yang bisa dia lakukan adalah berdiskusi, dia akan rela berdiskusi. Dan perbuatan-perbuatan lainnya..

Saya pikir alangkah bahagianya seseorang jika dari awal sudah paham bahwa hidupnya bukan untuk dirinya sendiri tapi melainkan untuk berbagi dengan orang lain..
Mungkin banyak orang berpikir emang gampang hidup berbagi? Emang kita punya apa yang berarti sampai bisa berbagi dengan yang lain?

Saya ingat waktu remaja pernah membaca sebuah buku yang berjudul "Kita tidak miskin" , buku itu mau berkata selama kita ada sesuatu yang bisa dibagi untuk orang lain, kita tidak miskin. Saya belajar bhwa miskin itu ditentukan oleh pikiran kita,  bukan kenyataan yang ada karena pasti ada hal yang masih kita bagikan kepada orang lain.

Pernah terpikir untuk berbagi darah secara rutin (donor darah)? Darah itu pasti dimiliki semua orang kan? Caranya hanya perlu bertanggung jawab pada diri sendiri untuk menjaga kesehatan. Dan kebayang kalau yang punya darah langka kaya saya (AB+) membutuhkan darah? Akan sangat bersyukur kalau ada yang bisa donor darah...

Pernah dengar tentang donasi rambut? Saya pertama kali dengar itu seminggu sebelum valentine. Dan rasanya senang sekali saat hari kasih sayang, saya bisa ikutan sumbang sekitar 15cm rambut saya untuk buat wig anak2 yang mengalami kanker. Di situ saya juga baru tahu fakta bahwa utk wig penderita kanker sebaiknya menggunakan rambut asli. Karena rambut sintesis dapat membuat panas kepala jika lama digunakan. Soooo the best way itu yah dengan rambut asli... Dan 6 september ini ada lagi kegiatan Shave for Hope.. Setiap org yang mau ikutan potong sm botak - atas bahu untuk cewe akan dihargai 100rb utk donasi bagi yayasan anak kanker... Simpel kan.. Cukup potong rambut gratis, bs donasi juga.. Puasnya tuh poooollll bgt

Cara lain... Jaman sekarang kan kita sudah giat dalam media sosial... Mungkin sekarang kalo tujuan medsos kita bisa diubah menjadi komunikasi orang membantu alangkah indahnya... Seorang teman memulai NTT Youth Project utk membuka 5 perpustakaan di 5 desa. Syarat mudah.. Hanya butuh 500 nama dgn seseorang membantu minimal 100rb n yes... Rumah bacaan bs dibuka. Donasi buku cerita juga bisa.. Modalnya cuma satu.. Mau share informasi saja... Apakah susah? Tidk juga... Akses internet sudah bagus n informasi mudah disebar
Saya dan teman jg mencoba membuat GABAN Project Indonesia dgn berhasil membuka 1 perpus di desa di TTU, NTT....

Dan banyak hal lagi yamg bisa dibagi dan tidak pakai cost material tp cost keinginan dn hati.... Dan mstnya sih itu mudah selama kita ingin berbagi.. Pendapat, cinta, nasihat dll... Asal diberikan dengan hati tulus akan sangat berarti

Saya akan menutup dgn quote
"To the world you may feel you're nothing. But for someone, probably you're his/ her everything"

Let us share

Senin, 03 Agustus 2015

8 tahun kemudian - Tulisan kedua utk mama (3 Agustus 2007- 2015)

Hari ini tepat 8 tahun mama meninggalkan kami, dan semakin lama makin bersyukur bahwa sepanjang beliau hidup, saya merasakan didikan yang membuat saya bisa menjadi diri saya sekarang. Memang tidak hanya mama, tapi mamalah yang mungkin lebih intens mendidik saya. Setelah tulisan Mengenang 6 tahun berpulangnya Mama, saya semakin disadarkan banyak cerita2 dalam hidup ini yang saya ingat hasil didikan dr mama.

Setiap cerita soal kerusuhan 98, banyak hal tentang mama yang saya jadi ingat... Ketika ada kondisi rush di tahun 97, saya sangat ingat saya 'kencan' sama mama utk nonton film "Titanic" (n sebenarnya mama tuh stlh menikah jarang2 loh nonton bioskop - I'm lucky girl). Jadi di supermarket tmpt kami ntn ternyata terjadi org belanja gila-gilaan dan kita sebenarnya bingung kenapa tp cuek aja.. Yg penting ntn film the hits saat itu. Titanic ehehe

Peristiwa kedua di kerusuhan 98
Jujur, waktu tgl 13 mei.. Saya tuh nakal dan sengaja mo ke kampus utk lihat peristiwa pasca penembakan.. Padahal udah dikabarin kalo kuliah libur... Saya bilang mama kalau mo ke kampus krn mau cek apakah ada ujian atau tidak. Singkat cerita, saya berhasil melihat orasi2 awal dan mulai khawatir ketika terjadi kebakaran2 yang terlihat dr kampus. Jam 12 kami berusaha meninggalkan kampus tapi ternyata dilemparkan gas air mata. Pides boooy... Alhasil masuklah lagi kami ke kampus.. Lalu ada kabar bisa kabur via tembok antara untar dan trisakti...  Itu kami lakukan sampai akhirnya saya berusaha mencari jalan pulang. Tentu saja daerah rumah jadi sasaran kerusuhan. Di situlah didikan mama sangat bermanfaat..
Jadi ketika berjalan mencari jalan pulang, ketemulah saya dengan orang yang biasa jaga pasar. Sama Pak Eddy inilah saya diantar pulang ke rumah. Kenapa saya bilang didikan mama?
Dari kecil saya dididik untuk jangan pernah memandang orang karena kedudukan, malah seharusnya kita lebih menghargai orang yang lebih rendah dari kita. Dan itulah yang selalu saya lakukan dalam berhubungan dengan sekeliling saya dan itulah gunanya.. Pak Eddy itu mengenali saya dan dalam kondisi yang seram itu, dia pastikan saya sampai di rumah.

Peristiwa ketiga adalah pagi hari pasca kerusuhan 13 mei 2015. Saya dan mama punya keinginan besar utk melihat ke luar rumah pasca kerusuhan itu. Asli serem banget.. Sayang dulu blm sering2 foto.. Suasana udah kaya di film2 perang. Aspal kebakar, rumah2 ancur. Dan setelah kami merasa gas air mata, kami balik ke rumah lagi.

Saat ngobrol dengan teman soal memasak, saya juga jadi ingat mama. Saya baru sadar secara tidak sadar saya dilatih utk jadi asisten masak mama. Jadi ingat kalau ada tugas masak dari gereja, mama suka tanya saya bisa bantuin ga? Kalo iya, baru dia mau terima. Dan taukah pembaca.. Setiap mama mau masak, teriakannya cuma Peggy bangun...bantuin.... Dan biasanya pas teler2 saya jd bangun dan bantuin... Termasuk mengemas di tempat...
Paling berasa ga adil dulu pas kalau minta makanan kesukaan, syaratnya harus bantuin buat.. Ahhahah namanya bocah, terserah deh jd asisten asal dapat yang dimau.
Nah krn didikan itu saya paham cara memasak walaupun saya jujurnya masih malas dn ga minat masak.. Tapi kalau dipaksa masak, rasa sih oke lah ahahahha (temen gereja yang biasanya menikmati masakan mamaku. Tau kan behind the scenenya yah gitu de)

Soal berjuang juga mamaku jagonya.. Jadi inget dulu perjuangan mama utk nyekolahin aku di BPK Penabur. Dari TK sampe SMA, mama selalu siap minta surat keterangan dr gereja utk minta keringanan uang muka dan uang sekolah. Bayangin aja.. Mama bisa dpt 1/2 dari yang seharusnya.. Sekolah bagus itu mahal, tapi mama cuma ingetin gini. "Kita bukan org yg punya, dan mo sekolah bagus kudu pake perjuangan, makanya kalo sekolah yang bener, jangan banyak main, kalo pinter mo sekolah ke mana aja jg bisa dgn harga lbh murah. Itu sebabnya walaupun dr sd-sma saya bisa ngatur kapan belajar sendiri kapan main sehingga nilainya selalu minimal rangking 10 besar. Dan ternyata itu pengaruh jg saat dewasa..  Bisa ngatur hidup sendiri juga.

Saya juga belajar utk taat. Jadi ada suatu sore, saya buat mama menangis karena perbuatan saya yang menunda2 kerjaan saat disuruh dan membuat papa saya waktu itu marah besar.. Itu yang buat setiap mama manggil dan suruh sesuatu, saya akan langsung buat entah selesai atau tidak. Dan dari situ saya banyak belajar tentang memahami perasaan orang lain di manapun. "Jika engkau ingin orang lain perbuat kepadamu, lakukanlah ini juga untuk mereka"

Banyak hal tak habis2 didikan mama saat saya sekarang ini.. I am who I am, thanks to my mom
Terima kasih Mama telah mendidik selama ini.
Kamu tidak akan pernah terlupakan
Untuk teman2 yang masih memiliki orang tua (mama papa), hargailah dan sayangi mereka selama mereka masih bersama... Tidak selamanya kesempatan itu akan ada utk teman2.

3 Agustus 2007-2015

Sabtu, 01 Agustus 2015

Pengalaman pertama - Mandi di Sungai

There's always a first time for everything..
Itu jadi moto gw selama ini dalam menjalani hidup ini.. Jangan dikira gw berani dan ga kenal takut...
Kalo teman2 pernah membaca beberapa blog gw sebelumnya blog ttg mama n dibalik semua karakter ini... Teman2 akan tahu kalau aslinya gw itu orgnya penakut dan banyak khawatirnya.. Tapi gw belajar lewat pengalaman kalau takut ga akan membawa gw kemana2, dan takut ga akan membuat gw belajar apapun dan gw bisa berada sampai tahap ini pun karena gw mau selalu mencoba mengatasi ketakutan gw.
Prinsip inilah yang membawa gw untuk bisa bekerja di organisasi yang berfokus pada anak dan artinya gw punya kesempatan bertemu dengan banyak anak-anak dan masyarakat dan mencoba pengalaman pertama dalam hal apapun.
Nah yang mau gw ceritain di sini adalah pengalaman mandi di sungai...
Sound silly right, tapi buat gw ini pencapaian banget..
Jadi karena sebuah tugas, gw memang request utk ngerjainnya langsung di desa aja.. Supaya bisa interaksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat, dan juga lebih praktis, efisien dan lbh murah.
Cuma mang ada konsekuensinya. Jangan berharap fasilitas di desa mendekati hotel/ wisma atau sejenisnya
Buat gw sih itu ga masalah, karena pastinya akan jadi cerita seru buat hidup gw sendiri.
Akhirnya Selasa kemarin gw memulai petualangan di desa bersama teman2 kantor dan remaja2 Nias utk melakukan program ini.. Ternyata karena sumber air di sana hanyalah air hujan, tentunya adanya air menjadi sesuatu yang langka. Ini mengingatkan lagi untuk selalu bersyukur. Banyak tempat di Indonesia sulit air loh.. N itu juga berdampak pada segi kehidupan lainnya..
Akhirnya di hari ke 2 kami ber 6 memutuskan untuk coba mandi di sungai saja.. Saya si nekad aja padahal belum pernah beneran mandi di sungai... Adanya juga kl di pantai yah main air bukan mandi hahhahaha.
Parahnya saya ga bawa modal apapun utk mandi di sungai.... Hahahahha
Beruntungnya ada temen saya namanya Bella yang bawa sarung besar dan ajarin gimana cara mandi di sungai dengan aman hahhahhahah....
Nah karena sarungnya cuma satu, jadi kita akan mandi bergantian.. Tadinya suasana mandi aman karena di belakang kami hanya ibu2 yang sedang bekerja menggali pasir utk dijual. Tapi tiba2 ada mobil pick up yang terlihat dan ikutan mo mandi alias cuci mobil.. Horor banget kan hahahhhhaah
Tapi mang Bella dah pakar dengan sarung. Tekad kami mandi tercapai dengan sukses walaupun ada rintangan (cieeeeee)
Pengalaman yang sangat seru utk city girl like me hehhehehhe... Ga akan mau ditukar pengalaman ini dengan apapun. Krn kl iya, saya kan jd ga bs cerita ini kepada teman2 semua hehhehehe
Mari bersyukur selalu utk semua hal yang diberikan Tuhan pada kita


Rabu, 17 Juni 2015

Day 17 - Thinking out Loud -Ed Sheeran

Ceritanya dapat lagu ini adalah gara2 sering denger di radio lagu ini diputet, tapi ga tau judulmya apa dan siapa yang nyanyi... Cm laguny nyantol di kepala yang bagian "People fall in love in mysterious ways"...

Ah ternyata feeling gw tepat kalo mang lagu ini mang bagus.. Heheh
Jadi gw cari di web dgn keyword yg diatas itu... Eh dapet ternyata itu lagu Ed Sheeran. Penyanyi yang suka ada di lomba2 idol atopun cover lagu..
Terus pas diliat liriknya lagi bagus banget kata2nya.. Yang intinya kalo memang diberikan Tuhan sebagai pasangan hidup. Jalannya bisa misterius dn tidak terkira, bahkan mgkn bs jadi cm karena sentuhan tangan (walaupun agak hollywood banget hHhahahha)  

Tapi sebenarnya bagus di liriknya bahwa cinta itu abadi. Ketika suatu saat kita menjadi tua dan tidak lagi secantik/ setampan saat kita muda, apakah jantung masih berdetak kencang seperti waktu pertama kali jatuh cinta? Entah apa yg jadi inspirasinya Ed saat itu

Berhubung gw masih berharap untuk 'the special one', lagu ini bikin gw 'mellow' n pengen jg ngalamin. Pengen fall in love in mysterious ways, apalagi liat video klipnya.. Ed Sheeran can dance loh. N dia minat banget...

Itu yg sering menjadi kekaguman sm artis idola gw. Mrk yg mo coba hal yg ga biasa utk memberi fans kepuasan saat menonton video klipnya.. Khusus lagu ini, dia memeragakan isi lagunya dalam setiap gerakannya.  Luwes bangetttt... Jd fall in love bgt sm video ini

Hahahhah ini nulisrandom paling 'alay' n 'mellow' yg gw tulis... Yg intinya sebenarnya adlah check out this video coz I love it very much.  Dan saat gw menikah.. Mungkin gw akan request ada yg bs nariin ini buat gw hahhahah

Enjoy the video
Thinking Out Loud (Original Video Clip)

Thinking Out Loud"

When your legs don't work like they used to before
And I can't sweep you off of your feet
Will your mouth still remember the taste of my love?
Will your eyes still smile from your cheeks?

And, darling, I will be loving you 'til we're 70
And, baby, my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me - I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am

So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are

When my hair's all but gone and my memory fades
And the crowds don't remember my name
When my hands don't play the strings the same way (mmm...)
I know you will still love me the same

'Cause honey your soul could never grow old, it's evergreen
And, baby, your smile's forever in my mind and memory
I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it's all part of a plan
Well, I'll just keep on making the same mistakes
Hoping that you'll understand

That, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
Thinking out loud
Maybe we found love right where we are (oh ohh)

La la la la la la la la lo-ud

So, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Oh, darling, place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are
Oh, baby, we found love right where we are
And we found love right where we are

Senin, 15 Juni 2015

Day 14 - Belajar Indonesia

Hari Minggu tgl 14, gw ikutan acara "Penganugerahan medali Finalis Olimpiade Sains Kuark" yang dihadiri oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Anies Baswedan.
Yang gw mau ceritakan bukan soal kehadiran Pak Anies nya tapi apa yang diucapkan beliau saat speech yang sangat membuka mata gw

Sebelumnya gw ceritakan dulu yah apa itu Olimpiade Sains Kuark.
Olimpiade Sains Kuark adalah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah Sains Kuark untuk mengajak anak-anak sekolah dasar se Indonesia untuk bisa berkompetisi dalam ujian tertulis dan eksperimen.
Mereka membagi kategorinya dalam 3 level, level 1 untuk kelas 1 - 2 SD, level 2 untuk kelas 3 - 4 SD, level 3 untuk kelas 5 - 6 SD
Babak penyisihan dilakukan 2 tahap dan mereka yang lolos dari 2 tahap ini berhak bertanding di Jakarta sebagai finalis

Uniknya adalah semua finalis mendapat medali karena dari 92 ribu anak Indonesia yang telah mengikuti ini dari Aceh sampai Papua, 300 anak inilah yang terpilih menjadi finalis
Dari yang kemarin datang tidak hanya dari pulau Jawa saja, dari Sumatera Utara sampai sekolah di Tanbraw, Papua Barat berhasil menjadi finalis, dari kepulauan Sangihe sampai Halmahera Selatan ada anak yang berhasil menjadi finalis.

Kembali ke alinea pertama, Pak Anies mengatakan seperti ini yang membuat saya semakin tinggi nasionalismenya.

"Coba lihat adik-adik finalis ini. Mereka yang berasal dari Jawa Tengah jika bertemu dengan temannya yang berasal dari Jawa Tengah, mungkin mereka akan berbicara dengan bahasa Jawa
Sama dengan adik-adik dari Makasar, jika bertemu dengan temannya juga yang satu daerah, mereka mungkin berbahasa Bugis.

Tapi perhatikan kalau mereka bertemu dengan temannya dari daerah lain, mereka akan secara otomatis berbahasa Indonesia.
Dari sini secara langsung mereka belajar tentang Indonesia. Mereka belajar menerima temannya dari daerah lain dan mengikutsertakan dalam pembicaraan dengan menggunakan bahasa pemersatu"

Disinilah saya menjadi berefleksi terhadap apa yang diucapkan Pak Anies dan saat melihat anak-anak finalis Kuark berinteraksi satu sama lain, mereka baru kenalan saat di acara ini (tepatnya dihari Sabtu) dan di hari Minggu mereka sudah seperti teman baik padahal mereka berasal dari berbagai suku dan daerah.

Kenapa kita sebagai orang dewasa tidak bisa bersikap sama seperti anak-anak ini. Bukalah mata dan hati dan rangkullah perbedaan itu seperti sesuatu yang harus kita sayangi bukan sesuatu yang memecah belah kita

Majulah Indonesiaku..

Rabu, 10 Juni 2015

Day10 - God Help The Outcast

Pasti temans bertanya-tanya apa maksud dari judul di tulisan hari ke sepuluh ini?
Clue-nya: harus penggemar berat Disney.
Next Clue: ini judul lagu.

Ada yang berhasil nebak? Betul tuh.
Ini lagu "God Help the Outcast" dari film The Hunchback of Notre Dame
Kenapa gw pasang lagu ini sebagai judul?  Karena gw menceritakan apa yang gw pelajari dari lagu ini.

Untuk pengingat lagu ini ada di adegan mana, lagu ini dinyanyikan oleh Esmeralda (tokoh perempuan gipsi dalam film ini). Sedikit latar belakangnya, gipsi saat itu dianggap orang buangan dan dicari-cari oleh pemerintah Prancis karena dianggap sebagai pencuri dan pembuat onar, sehingga saat itu Esmeralda dalam posisi memang sebagai orang yang dicari untuk ditangkap. Singkat cerita, ketika Esmeralda bersembunyi dalam gereja, si penangkapnya tidak bisa berkutik selama Esmeralda dalam gereja. Tapi sekali Esmeralda keluar dari gereja, dia akan segera ditangkap.

Esmeralda bertanya kepada pastur, kenapa sih kami orang gipsi dikejar-kejar seperti ini, siapa dapat menolong kami?
Pastur cuma bilang, mungkin di ruangan ini ada seseorang yang kamu bisa ajak bicara dan minta tolong. Dan menyanyilah Esmeralda.

Liriknya seperti ini:
Esmeralda:
I don't know if You can hear me
Or if You're even there
I don't know if You would listen
To a gypsi's prayer

Yes, I know I'm just an outcast
I shouldn't speak to You
Still I see Your face and wonder
Were You once an outcast too?

God help the outcast
Hungry from birth
Show them the mercy
They don't find on earth

God help my people
They look to You still
God help the outcast
Or nobody will..

(Di sini part yang gw suka untuk menggambarkan betapa mungkin manusia salah mengartikan kemurahan Tuhan dengan meminta untuk kepentingan manusia itu sendiri)
Rakyat
I ask for wealth
I ask for fame
I ask for glory to shine on my way
I ask for love I can posses
I ask for God and His angels to bless me

Esmeralda:
I ask for nothing I can get by
But I know so many less lucky than I
Please help my people
The poor and downtrod
I thought we all were
The children of God
God help the outcast
The children of God

Saat pertama kali gw mendengar lagu ini, langsung tersentil dengan liriknya. Sebenarnya kalau diamati lirik lagu-lagu Disney mengandung ajaran, sindiran, nasihat dll
Di sini yang gw tangkap adalah orang dengan kepercayaannya terkadang menganggap dirinya lebih tinggi dari yang lainnya. Dan ketika kepercayaan diri yang berlebihan itu muncul, keinginan untuk menekan yang lebih lemah menjadi kuat juga.

Di dalam lagu ini, gw merasakan teguran untuk selalu ingat untuk memperlakukan orang lain dengan baik, terutama sentilan yang diberikan ketika umat meminta semua hal yang berujung kepada kemasyuran diri dan si perempuan gipsi malah bilang kalau saya ga akan minta apa yang saya bisa cari, tapi masih ada orang yang lebih kurang beruntung ketimbang saya.. Duu rasanya tuh menohok sekali. Dalam film itu, Disney pengen bilang mungkin jaman dulu hal itu terjadi, tapi ini menjadi peringatan kepada kita jangan terjadi lagi. Jangan menjadi orang yang sok suci dan akhirnya merendahkan orang lain. Bukankah kita semua anak Allah?

Selasa, 09 Juni 2015

Day 9 - Indonesia Menyala

Hari ini jam 9 malam ada launching Gerakan Indonesia Menyala di Metro TV dengan host Najwa Shihab dan tamu 3 menteri, Mendikbud Pak Anies Baswedan, Menteri Komunikasi Pak Rudy Antara, dan Menaker Pak Hanif Dhakiri.

Setiap kita pasti punya makna masing-masing tentang apa yang kita harapkan dengan Indonesia Menyala. Kalau saya ditanya, apa arti Indonesia Menyala bagi saya? Buat saya sendiri menyala artinya menjadikan diri sendiri sumber penerang. Bukan saja sumber daya alam yang menjadi harapan bagi bangsa-bangsa eropa sehingga kita dijajah sedemikian lamanya, tapi sekarang saatnya kita untuk terlihat oleh dunia sebagai bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang handal.

Salah satu yang menarik dari Pak Menteri Tenaga kerja adalah bagaimana membentuk sumber daya manusia yang punya karakter. Punya karakter memang menjadi unsur yang penting kalau kita mau menjadikan Indonesia menyala di dunia. Yang kedua adalah kecintaan kepada ilmu. Bagaimana orang tua ketika mnyekolahkan anak bukan sekedar untuk mencari kerja, tapi untuk mencari ilmu. Bagaimana kita semua juga menjadi bangsa yang mulai mau cinta membaca, sehingga dengan membaca kita dapat mendapatkan ilmu di mana saja tanpa bsa dibatasi
Kedua unsur itu akan membuat kita menjadi sumber daya manusia Indonesia yang mampu menyala dan berarti di dunia.

Di tengah acara ada hal yang menggelitik, adalah bagaimana dengan nasib rekan-rekan di pedalaman untuk 'menyala' secara hurufiah. Menyala dalam arti diadakannya listrik di desa mereka/ daerah mereka... Sampai kapan mereka ada dalam kegelapan? Tapi di sisi lain mungkin kita harus berpikir yang berbed. Bagaimana dengan kita belajar dengan baik, kita bisa menemukan sumber listrik yang bisa kita temui di lokal? Apakah ada anak Indonesia yang bersedia untuk memikirkan hal itu dan bersedia berkarya di sana sehingga listrik bukan hanya menunggu pemerintah..

Acara memang ditutup dengan launching Gerakan Indonesia Menyala.. Banyak hal yang pastinya bisa kita lakukan. Sudah saatnya kita hanya menuntut pada pemerintah tapi bagaimana kita memberi kontribusi. Berharap melihat gebrakan yang lain dari gerakan ini. Saya sendiri sudah tergugah dan mau membuat Indonesia Menyala.

Bagaimana dengan Anda?